Pentingnya
Pengaruh Media Massa di Tengah Pandemi COVID-19
Nabila Rizkya Mayang
S
Sudah
3 bulan sejak pertama kali virus Corona masuk di Indonesia terhitung dari
tanggal 2 Maret 2020. Pada saat pertama kali kasus COVID-19 masuk di Indonesia,
pemerintah mengumumkan ada dua kasus pasien positif COVID-19 di daerah Depok. Penyebaran
virus corona sangat cepat, saat ini sudah ada puluhan ribu kasus yang
terkonfirmasi positif COVID-19 ini. Penyebaran virus corona ini tergolong
sangat cepat dan sudah menyebar hampir ke semua daerah di Indonesia.
Mengapa penyebaran COVID-19 sangat cepat? Menurut WHO, COVID-19
menular melalui orang yang telah terinfeksi virus corona yang mana virus ini dapat menyebar melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut ketika
seseorang yang terinfeksi virus ini bersin atau batuk kemudian tetesan air liur itu mendarat di sebuah benda yang lalu disentuh orang yang sehat. Kemudian orang tersebut menyentuh mata, hidung atau mulut mereka sebelum mencuci tangan. Virus corona
juga bisa menyebar melalui tetesan kecil kemudian tetesan itu terhirup oleh orang ketika
berdekatan dengan orang yang terinfeksi corona.
Kemudian Pemerintah telah memberikan
himbauan kepada masyarakat untuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah,beribadah
di rumah, dan melakukan physical distancing. Mengapa hal tersebut
penting untuk dilakukan? hal2 tersebut sangat penting dilakukan untuk mencegah
terjadinya kerumunan, dan menekan penyebaran virus corona itu sendiri. Mengapa demikian?
Karena COVID-19 bisa menular melalui udara dan sentuhan, jika kita berada
dikerumunan kemudian tidak sengaja bersentuhan dengan tangan atau menyentuh
permukaan benda yang terkena tetesan air ludah atau bersin orang positif corona
maka resiko tertular akan semakin besar.
Sejak diberlakukannya WFH dan himbauan untuk
tetap di rumah selama pandemi ini berlangsung, saya merasakan banyak sekali perubahan
yang terjadi, seperti berkurangnya volume kendaraan di jalan raya sehingga penyebab
terjadinya polusi udarapun berkurang. Hal ini membuat kualitas udara semakin membaik
dan langit terlihat biru cerah khususnya di daerah perkotaan. Dampak personal
yang saya rasakan selama WFH adalah banyak waktu quality time di rumah
bersama keluarga, hubungan personal antar anggota keluarga semakin erat dan
banyak belajar hal baru seperti memasak, belajar editing foto dan video.
Selama pandemi ini berlangsung pasti kita
akan mengurangi kerumunan dan aktivitas sosial. Maka dari itu selama melakukan
WFH ini, saya merasa bahwa komunikasi massa dan media digital memiliki peran
yang sangat penting dalam memberikan informasi dan edukasi seputar COVID-19
ini. definisi komunikasi massa menurut Deddy Mulyana (2016)
“Komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi yang
menggunakan media massa, baik cetak (surat kabar, majalah) atau media
elektronik (radio,televisi)” Deddy Mulyana (2016:83). Jadi, komunkasi
massa adalah komunikasi yang menggunakan media massa sebagai salurannya.
Media massa sendiri terdiri dari 2 jenis
yakni media cetak dan media elektronik. Media cetak berupa koran dan majalah
sedangkan media elektronik berupa radio, televisi, dst. Semakin dengan
perkembangan teknologi yang pesat munculah media digital. Dalam era digital
seperti sekarang ini telah bermunculan platform internet digital berbasis media
massa seperti youtube, Instagram,facebook dan twitter. Bahkan saat ini beberapa
perusahaan media cetak banyak yang sudah mulai merambah kedalam platform
digital ini.
Saya merasakan bahwa media massa memiliki peran penting dalam
memberi informasi,mengedukasi dan mengajak khalayak untuk bersama-sama mencegah
menyebaran dan penularan COVID-19 ini dan juga Media massa menjadi perantara
dalam menyampaikan berbagai kebijakan pemerintah dalam penanggulangan virus
corona ini. Fungsi internet sendiri adalah untuk mengakses berbagai informasi
yang ada di seluruh penjuru dunia. Selain itu fungsi media massa dan internet
juga sebagai sumber hiburan bagi saya. Saya merasa banyak sekali hiburan yang
disajikan oleh media massa dan internet seperti menonton film melalui TV dan platform
streaming, melihat tutorial di youtube, mencari informasi melalui Instagram dan
twitter, dan masih banyak lagi jenis hiburan yang disajikan oleh media sosial
lainnya.
Di awal munculnya wabah corona ini Media massa hanya memberitakan tentang virus dari sisi buruknya saja karena
terus menerus diterpa kabar buruk, saya pernah mengalami psikosomatik. Psikosomatik
ini adalah kondisi dimana
tiba-tiba tubuh kita terasa meriang tetapi suhu tubuh kita normal, kemudian
merasa tenggorokan agak nyeri dan gatal karena media terus menerus memberitakan
kasus virus ini. Mulai dari situ saya memutuskan untuk mengurangi membaca pemberitaan-pemberitaan
buruk tentang COVID-19 dan memperbanyak membaca berita tentang hal-hal baik apa
saja yang terjadi selama pandemi ini berlangsung dan menonton hiburan lainnya seperti menonton film, menonton acara komedi dan menonton konten-konten yang edukatif. Hal itu cukup membuat saya merasa
lebih tenang.
Biasanya saya memantau perkembangan pandemi covid-19 melalui
media massa (TV, Radio, Surat kabar) dan internet (youtube, media online,
Instagram, dan twitter). Namun, Semakin pesatnya perkembangan teknologi dan
informasi, maka akan semakin rawan juga dengan kemunculan berita bohong (hoax)
yang tersebar di Internet dan sensasi-sensasi yang dibuat oleh beberapa oknum
warganet yang tersebar di media internet kerap kali mimbulkan keresahan dan
kepanikan dalam masyarakat. Di tengah pandemi corona ini sangat marak dan
banyak bermunculan berita-berita dan informasi bohong (hoax) yang disebarkan
oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Berita hoax bisa memberikan
dampak buruk pada kesehatan mental seperti, menimbulkan kecemasan, sampai kekerasan. Misalnya, mengganggu situasi emosional dan suasana hati yang
berkepanjangan, sampai memengaruhi pikiran dalam jangka waktu yang lama. Agar tidak mudah termakan oleh berita hoax,
masyarakat harus selektif dalam memilih berita dan informasi, pastikan
keakuratan dan kebenearan sumber berita, dan membaca berita melalui sumber yang
aktual dan terpercaya.
Menurut saya media massa dan internet berhasil mengajak dan
memengaruhi saya untuk mematuhi sejumlah protokol Kesehatan dari pemerintah,
seperti mulai banyak masyarakat sadar pentingnya memakai masker saat keluar
rumah, rajin mencuci tangan, dan tetap stay di rumah saja . Maka dari itu, peran media massa dan internet memiliki berpengaruh besar dalam memberikan informasi, mengajak dan mengedukasi masyarakat di tengah pandemi ini. Namun, dalam mencari dan membaca informasi masyarakat harus bisa memilah dan membedakan mana informasi yang faktual dan
mana informasi yang berisi hoax agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah
wabah COVID-19 ini.
Nama: Nabila Rizkya MS
NIM: 190531100108
Refrensi:
Mulyana, Deddy.2016. dalam bukunya
“Pengantar Ilmu Komunikasi”. PT Remaja Rosdakarya: Bandung.
https://www.merdeka.com/peristiwa/asal-usul-virus-corona-masuk-indonesia-berawal-dari-2-warga-jepang.html
https://lifestyle.kompas.com/read/2019/10/08/120209420/dampak-buruk-berita-hoax-pada-kesehatan-mental-ini-penjelasannya?page=all
https://lifestyle.kompas.com/read/2019/10/08/120209420/dampak-buruk-berita-hoax-pada-kesehatan-mental-ini-penjelasannya?page=all
Komentar
Posting Komentar